[Blog] Berkenalan dengan Risa Comics a.k.a Excel Conanda


Beberapa waktu lalu, reporter Comicrewyuk berhasil membuat satu wawancara cukup eksklusif dengan Excel Coananda, seorang komikus yang tenar denga karyanya, Risa Comics. Risa Comics sendiri ramai jadi pembicaraan dan penggemar, karena kepolosannya serta juga kenaifannya.


Dalam bagian pertama ini, Excel menjelaskan dengan cukup rinci bagaimana karakter Risa dan bagaimana Risa memandang dunianya. Cukup relevan untuk para pembuat komik, yang sedang mengolah dan mengembangkan karakter komiknya.




AA: Ababil Ashari

EC: Excel Coananda

AA: Bagi yang belum tahu tentang Bung Excel di dunia perkomikan, bisakan Bung Excel memperkenalkan diri ke pembaca ComicrewYuk?


EC: Salam kenal! Saya Excel Coananda, biasa juga akrab dipanggil Mas Author, komikus Risa Comics, sebuah komik strip online yang berbasis di Facebook dan Instagram.

AA: Nah Bung Excel pertama kali terpapar oleh komik pas kapan? Ada judul yang memikat hati Bung Excel yang sangat menginsipirasi anda?







EC: Saya pertama kali mengenal komik strip sekitar awal 2014. Waktu itu komik strip belum sebanyak sekarang. Salah satu komik strip yang trending di masa itu adalah Coretan Harian. Dengan style yang simpel dan cerita yang gak berat-berat banget, membuat saya tertarik untuk memulai komik strip sendiri. Risa Comics sendiri pertama kali rilis 26 April 2014.

AA: Ini pertama kali Bung Excel mencoba membuat komik atau pernah ada proyek komik lain yang di buat oleh Excel?

EC: Ini baru pertama kali. Bahkan pas masa itu pun baru mulai bener-bener belajar gambar.

AA: Wow, berani sekali! Yang membuat Bung Excel berani mempublikasikan ke audiens umum Risa Comic, meski "baru mulai", apa? Apakah ada unek-unek yang tak tersalurkan? Atau hal lainnya?

EC: Dulu pernah punya sebuah fanpage sepi (yang temanya meme dan hal lainnya). Untuk meramaikan, saya coba membuat maskot (dalam hal ini Risa) dan komiknya agar fanpage tersebut ramai kembali. Apapun dilakukan demi fanpage ramai kembali, dan secara mengejutkan responnya positif walau hanya dibuat di kertas buku tulis (waktu itu belum digital gambarnya).





AA: Bisa dideskripsikan gak, Risa itu siapa menurut Bung Excel? Dan kenapa pas membuat maskot untukmeme page keluarnya karakter yang seperti itu?

EC: Pas pertama kali buat karakter Risa, sebenarnya hanya asal bikin, tidak tahu menahu banyak soal maskot. Yang penting owner (dalam hal ini saya) puas, dan harus memuat warna hijau, warna dominan di page meme itu (yang kemudian diturunkan ke Risa Comics). Sebelum Risa, saya sempat minta teman-teman saya yang jago gambar buat bikin maskot (jaman dulu belum kenal commission malah), tapi gak ada yang bantuin, jadi saya bikin sendiri.

Risa sendiri desainnya berasal dari preference (kasarnya tipe cewe idaman) pembuatnya. Dan yang terpenting, maskot ini harus lucu dan memorable, maka ditambahkan sifat-sifat dan kelakuan yang bodoh (meskipun aslinya dia pintar), untuk mencapai itu.






AA: Saya sebagai pembaca, melihat humor Risa ada kecendrungan untuk satirikal, apa yang menarik Bung Excel untuk memakai satir dalam Risa Comics?

EC: Humor satir memang mulai diminati untuk saat ini. Selain itu, saya juga tak begitu bisa membuat humor biasa.

AA: Bisa elaborasi bung? Humor 'biasa' dan 'tak biasa' yang seperti apa? Mungkin bisa dikasih contoh dengan potongan komik Risa sendiri?

EC: Humor "biasa" lebih pada tebak-tebakan, gombal, dan lelucon biasa yang semua lapisan masyarakat bisa ngerti. Contoh: episode 356, 359

Kalo humor "tak biasa" itu lelucon yang butuh mikir dulu baru tahu lucunya. Contohnya stand up comedy dan dank memes. Contoh: episode 355, 363




AA: Bagi yang masih agak samar-samar (seperti saya), satir itu apa sih? Yang membuat satir bagus itu apa?

EC: Sebenarnya tidak ada indikator khusus juga, karena sebagian besar satir saya trial and error. Tapi yang paling penting sih kalo satir harus to the point, gak banyak kata-kata.

AA: Kalau bisa dideskripsikanta, satir yang ideal dari Bung Excel, seperti apa? Apakah ada komik lain selain Risa Comics yang Bung Excel apresiasi dari segi satirnya?

EC: Dari segi satir contohnya seperti Kostum (yang mengambil isu-isu yg kontroversial), Ghosty (tapi jarang-jarang bikin satir), dan lain-lain.



AA: Bisa tidak sih sebenarnya membuat satir pintar dan tidak kontroversial? Atau satir akan selalu pada dasarnya kontroversial bagi orang yang tak mengerti atau tak menerima?

EC: Satir hampir pasti ada saja yang tidak terima. Hanya saja seberapa banyak yang tidak terima itu. Contoh: satir soal agama pastinya jauh lebih kontroversial dari satir soal Wibu. Pasti ada saja yang tidak terima, hanya saja jumlahnya beda. Menariknya di Risa Comics sebagian besar cenderung menerima satir yang ada. Jarang sekali ada yang tersinggung.

AA: Menurut Bung Excel, apakah satir mempunyai tujuan yang lebih? Atau hanya cara bagi kaum terdidik bersenang-senang mengorbankan yang tak mengerti?

EC: Selain tujuan yang di atas, satir juga memiliki tujuan lainnya. Ada yang tidak mengerti, kemudian yang mengerti menjelaskan. Yang awalnya tidak mengerti tadi, mulai mendapatkan lucunya. Bisa tertawa sekaligus tambah wawasan. Ada pula yang sebenarnya tersinggung tapi juga ikutan tertawa.

AA: Benar juga Bung, daripada menggurui lebih baik menyindir dan menjelaskan mungkin? Ha ha!

EC: Justru itulah, saya senang membuat lelucon satir, yang tentunya tidak kontroversial.





AA: Tapi susah gak sih jaman sekarang melucu dan mesatir di mana orang makin sensitif? Malah, kadang-kadang baca, Jonru ama yang menyatiri Jonru, sama sama absurdnya...

EC: Memang jaman sekarang satir makin susah. Jangankan langsung bahas agama atau politik, ngelucu soal pizza pun banyak yang tersinggung. Justru itulah saya berusaha untuk tidak mengambil topik yang 'bahaya' tadi. Apalagi sekarang, di kubu yang sensitif itu, bisa menjatuhkan bermacam fanpage. Tapi kalo di Risa Comics malah lain. Dulu juga masih ingat bahas tentang "demo bayaran" dan aman-aman saja.

AA: Kemarin Kostum karya Haryadhi sempat di 'unpublish' sama Facebook karena laporan user. Menurut Bang Excel makin lama makin ke sini hal seperti itu bisa terjadi terhadap Facebook page lain? Mungkin Risa Comics itu sendiri?

EC: Banyak juga yang sudah kena. KataKita juga down (tapi akhirnya sudah bisa diakses lagi), tapi dilihat dari tren yang ada, aksi mereka makin hari makin beringas. Bukan tidak mungkin, Risa Comics bakal jadi sasaran selanjutnya, seandaikan kecolongan membahas hal sensitif.





AA: Bung Excel melihat jalan ke depan buat satiris Indonesia bisa berkarya tanpa dihalang-halangi oleh orang, yang dengan mudah bisa mendiamkan mereka? Soalnya kalau kita tak bisa berkomentar tentang kehidupan secara gamblang..., ada harapan apa, buat kaum yang logis dan progresif?

EC: Harapan masih ada. Salah satunya kembali ke Haryadhi. Meskipun Kostum itu kontroversial, dia masih mengelola komik normal lainnya, yang tidak satir (kurang tahu juga sih apa aja), sehingga karirnya masih tetap bersinar. Akan lebih baik kalo memisahkan karya yang satir dan yang tidak, dan membuatnya seakan-akan orang berbeda yang membuat itu.

Ada saya kenal salah satu fanpage, bukan komik tapi. Dia juga membahas hal yang kontroversial, sering di-report sampai akhirnya tumbang. Tapi selalu bangkit dan bangkit lagi dengan nama baru, tapi dengan konten yang sama.

Karena satir yang rentan itu, ya lebih baik dipisahkan dengan komik non-satir, agar karir tidak serta-merta hancur. Kalo di-report dan tumbang, komik non-satir masih lanjut, komik satir tinggal bikin baru. Alhasil kaum progresif terus berjalan.


AA: It's that bad huh?


EC: Memang berat, tapi memang itulah salah satu jalan yang paling logis biar satir jalan terus. Terlebih topiknya kontroversial, fanpage komik satir bisa kembali bangkit dalam waktu singkat.





AA: Kalau untuk Risa Comics di masa depan ada rilisan barukah? Ikutan Comifuro 8?

EC: Ikut Comifuro 8, tapi belum keluar komik baru, karena jadwal kurang menguntungkan. Rencana rilis baru nanti di acara Popcon, dengar-dengar Doujin Dalam Botol (DDB) mau ikutan juga.

AA: Ada harapan bagi Risa Comics di masa depan? Dan pesan bagi penggemar Risa mungkin?

EC: Harapan Risa Comics di masa depan adalah berekspansi lebih luas lagi, dari merchandise, animasi, hingga kerja sama yang lebih solid lagi dengan DDB dan komikus besar lainnya, baik yang kecil maupun besar.

Dan untuk para Riscomrades sekalian, terima kasih sudah melihat dan menyukai komik strip ini. Semoga Risa Comics menghibur dan bermanfaat untuk semuanya, dan semakin besar dari waktu ke waktu.



AA: Terima kasih, Bung Excel!

sumber :


Post a Comment

0 Comments