Bandung Strip Art : Komunitas Komik Strip Bandung

Bandung Strip Art Komunitas Komik Strip Bandung


Suka menggambar komik atau tertarik menggambar komik tapi tak punya teman berbagi cerita tentang komik? Ada baiknya kalian bergabung dengan Bandung Strip Art. Komunitas yang berisikan komikus-komikus Instagram asli Bandung ini masih sering berkumpul dan berkarya bareng setiap minggunya. 

“Biasanya tiap hari Minggu, kami ngumpul di ITB. Di ITB soalnya ada meja bundar gitu kan jadi enak buat ngegambar,” ujar Wibiksana, pentolan Bandung Strip Art. Dari keterangan Wibiksana, Bandung Strip Art sendiri sudah berdiri beberapa tahun lalu. Berisikan komikus yang ngetren di Instagram, seperti @komiklieur, @komikman dan @blackmetalistiqomah.

Biasanya kegiatan di ITB pun hanya menggambar bersama dan corat-coret berlatih menggambar komik. Bahkan beberapa kali sampai membuat workshop mengenai komik sendiri. “Beberapa minggu lalu kami sempat bikin workshop. Saya jadi pembicaranya. Cuma yang rutin sih biasanya cuma kumpul bareng aja,” tambah Wibiksana. Untuk info lebih lanjut, bisa menfollow akun instagram Bandung Strip Art di @bdgstripart dan bergabung bersama mereka kalau ada kegiatan. 

===============================================================

Wawancara dengan Bandung Strip Art

Kali ini Chika (C) dari CIAYO Blog berhasil ngobrol sama salah satu pendirinya, yaitu Kang Wibik (W). Simak aja obrolannya.

C: Halo Kang Wibik, boleh jelasin gak Bandung Strip Art (BSA) itu terinspirasi dari mana?
W: BSA itu terinspirasi dari kumpulan para komikus komikstrip. Strip nya itu yang jadi kata kuncinya.

C: Awal terbentuknya BSA itu seperti apa? Siapa saja pendirinya?
W: Awalnya hanya beberapa komikus strip online dari Bandung aja, antara lain Wibik, Hifza dan Anya. Kemudian kita cari komikus strip online lainnya yang domisilinya di Bandung.

Sumber: twitter.com
Sumber: twitter.com
C: Kenapa namanya Bandung Strip Art?
W: Karena hampir seluruh anggotanya aktif membuat komikstrip.

C: Apa sebenarnya tujuan dari BSA?
W: Tujuannya ingin mengumpulkan komikus-komikus strip online terutama di Bandung. Berkembang bersama, berkarya bersama. Membuat suatu komunitas atau paguyuban yang kokoh dan hangat.

C: BSA itu ada struktur organisasinya sendiri gak?
W: Untuk saat ini sih nggak ada. Kami sistemnya volunteer dan komunitas terbuka aja.

C: Biasanya BSA kalau kumpul di mana?
W: Biasanya kita rutin tiap Minggu di ITB, atau kalau dadakan bisa di cafe atau tempat nongkrong, manapun di kawasan Dago.

C: Kegiatan apa saja yang sudah dilakukan?
W: Bahas komik dan sharing tentang pengembangan karya masing-masing. Bisa sampai bahas film dan main game bareng.

Instagram: @bdgstripart
Instagram: @bdgstripart
C: Karya apa saja yang sudah dibuat oleh BSA?
W: Kebetulan kami cukup rajin launching zine. Namanya Bandung Stripzine. Sudah beberapa volume kami keluarkan dan masih akan terus dikembangkan.

C: Bandung Strip Art sendiri dapat dukungan gak? Misalnya dari pemerintah daerah atau organisasi budaya setempat?
W: Kami masih bergerak secara komunitas terbuka, jadi belum ada komunikasi dan koneksi langsung dengan pemerintah atau organisasi budaya setempat.

C: Apa tanggapan orang sekitar tentang BSA?
W: Tanggapannya umum sih. “Apa komikstrip, teh?”. Karena memang masih cukup banyak yang awam dengan komikstrip atau komik online.
Instagram: @bdgstripart
Instagram: @bdgstripart

C: Dengar-dengar BSA ini suka bikin workshop, biasanya mengenai apa?
W: Iya, biasanya seputar bagaimana membuat karakter, menentukan tema besar, dan teknik-teknik dasar gambar. Selain itu juga membahas bagaimana membuat sebuah komik utuh.

C: Sampai saat ini sudah berapa banyak anggota dari BSA? Biasanya dari mana saja?
W: Kalau anggota tercatat ada lebih dari 60 orang, untuk anggota aktifnya ada sekitar 20an.
Yang pasti dari Bandung atau lagi tinggal di Bandung. Bisa anak kuliah, sekolah, juga karyawan ataupun wirausahawan.

C: Apakah anggota BSA semuanya komikus atau bisa juga orang yang hanya hobi menggambar?
W: Kebanyakan berawal dari hobi dan ada yang memang sudah jadi profesi.
Komunitas Bandung Strip Art (Sumber: twitter.com)
Komunitas Bandung Strip Art (Sumber: twitter.com)

C: Ada kriteria khusus gak untuk gabung BSA?
W: Gak ada. Yang pasti memang niat mau gambar dan bikin komikstrip.

C: Bagaimana caranya untuk gabung BSA?
W: Tentunya bisa datang saja langsung ketika kumpul mingguan. Infonya sih bisa dipantengin di akun Instagramnya BSA @bdgstripart.

C: Kalau menurut Kang Wibik sendiri, apakah BSA itu sudah mewakili para komikus Bandung?
W: Kalau mewakili komikus online strip sih, mungkin iya. Tapi kalau mewakili komikus secara general mah tentu masih jauh banget. Hehehe.
Bro sis bisa kepoin instagramnya di @bdgstripart (Instagram: @bdgstripart)
Bro sis bisa kepoin instagramnya di @bdgstripart (Instagram: @bdgstripart)

C: Apa rencana Bandung Strip Art ke depannya?
W: Mau merampungkan beberapa zine lagi dengan sistemasi baru tentunya. Memperluas jaringan dan memperbanyak lagi workshop.

C: Ada niatan untuk berkolaborasi dengan komunitas lain gak?
W: Pengen banget.

C: Boleh minta sarannya untuk para komikus pemula? Mungkin buat yang tertarik untuk gabung?
W: Biasanya untuk pemula atau bahkan yang baru mau nyoba suka alesan “saya gak bisa gambar”. Justru dengan ikut gabung, kan jadi punya ilmu buat ngegambar dan ngomik.

Jadi jangan ragu buat gabung. Untuk yang sudah mulai ngomik, ingat, referensi itu banyak. Jangan sampe stuck di satu referensi. Ciptakan karya-karya yang bisa bertahan lama dan tetap diingat. Komikstrip itu pendek, bahkan pendek banget, tapi tetap harus menginspirasi pembacanya sampai puluhan tahun setelahnya.

Nah, bener tuh kata Kang Wibik. Jangan cepet puas dan buatlah karya yang one of a kind. Pasti deh karya bro sis gak akan cuma sekedar komik tapi karya yang selalu diingat masyarakat. Jadi, kalau ada yang liat karya kita, langsung terpikir “Oh, itu karya si A kan?”. Pasti rasanya puas.

Sumber :
https://komunita.id/2018/02/28/bandung-strip-art-berkumpul-dan-berkarya-bersama/
https://blog.ciayo.com/chit-chat/bandung-strip-art-komunitas-komikstrip-punya-bandung/

Post a Comment

1 Comments